02 May 2025 · 847 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Hidup bahagia tanpa harus bermaksiat adalah pilihan hidup yang sangat mulia. Hal ini pernah disampaikan oleh KH. Bahauddin Nursalim, atau yang akrab disapa Gus Baha, dalam salah satu ceramahnya. Menurut beliau, menjalani aktivitas mubah (yang dibolehkan) pun bisa bernilai ibadah jika di saat yang sama kita sedang meninggalkan perbuatan maksiat.
“Pokoknya hidup bahagia, tidak maksiat, itu bagus. Nggak ada mubah yang kita lakukan kecuali saat itu kita meninggalkan haram,” tutur Gus Baha.
Sebagai contoh, Gus Baha menyinggung kebiasaan sebagian keturunan orang-orang sholeh yang gemar ngopi dan cangkrukan (nongkrong santai). Aktivitas ini, meski tampak sepele, justru positif apabila pada saat itu seseorang terhindar dari perbuatan haram.
“Jadi jangan dihitung cangkruk-nya, tapi banyak hal (haram dan maksiat) yang ditinggalkan,” jelasnya.
Dalam guyonannya, Gus Baha bahkan membayangkan Raqib dan Atid, malaikat pencatat amal, sebagai ahli ushul fiqih. Jika demikian, maka aktivit
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+