05 May 2025 · 870 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Pembahasan mengenai eksistensi Tuhan tidak pernah kehilangan relevansinya dalam jagat filsafat Islam. Ketika zaman terus bergulir dan manusia semakin larut dalam modernitas yang kerap melupakan hakikat penciptaan, suara-suara jernih seperti KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, yang akrab disapa Gus Baha, hadir dengan pendekatan yang segar, mendalam, namun tetap membumi.
Dalam salah satu pengajiannya, Gus Baha membuka dengan sebuah premis dasar filsafat: “Alam ini sudah akibat dari musabab. Kalau akibat berarti butuh sebab.” Dengan ungkapan sederhana ini, Gus Baha mengajak kita untuk menelusuri akar dari segala sesuatu yang ada. Dalam ilmu logika Islam (mantiq), disebut bahwa setiap akibat membutuhkan sebab. Dan sebab tertinggi dari segala yang ada, yang keberadaannya tidak didahului oleh apa pun, disebut Musabbibul Asbab—Sang Penyebab segala sebab. Sebab ini bersifat Qadim—tidak bermula, tidak berakhir.
Gus Baha mengulas bagaimana kekacauan aqidah bisa bermula dari cara berpikir yang rusak. Beliau
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+