06 May 2025 · 970 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta – Pada Jumat, 18 April 2025, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO secara resmi mengakui karya-karya Syekh Hamzah Fansuri sebagai bagian dari Memory of the World, warisan dokumenter dunia yang dianggap penting untuk dilestarikan umat manusia. Pengakuan ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi sejarah literatur Melayu, tetapi juga bagi perjalanan intelektual Islam di Asia Tenggara. Bagi Indonesia dan Malaysia, ini adalah pengakuan atas kontribusi bersama terhadap peradaban dunia melalui tokoh yang sejak abad ke-16 telah menyalakan cahaya pengetahuan dan spiritualitas dari Barus, pesisir barat Sumatera.
Hamzah Fansuri bukan sekadar penyair. Ia adalah sufi, ulama, sekaligus pembaharu dalam sastra dan pemikiran keislaman. Melalui syair dan prosa, ia menjadi pelopor dalam penulisan kitab berbahasa Melayu, suatu upaya besar pada zamannya, ketika bahasa ilmu masih didominasi oleh Arab dan Persia. Ia menulis dengan kedalaman filosofis dan kepekaan estetika yang mengagumkan. Bahas
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+