Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islamโœฆ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Menjaga Lisan Itu Tidak Identik dengan Diam

17 Jun 2025 ยท 827 dibaca · Artikel Keagamaan

Laduni.ID, Jakarta - Salah satu pesan penting yang diwariskan Rasulullah SAW kepada umatnya adalah perihal bagaimana menggunakan lisan secara bijak. Dalam banyak kesempatan, beliau sering mengingatkan bahwa lisan adalah alat yang sangat menentukan arah hidup seseorang, bisa menjadi jalan keselamatan, tapi juga bisa menjadi sebab kebinasaan.

Mungkin yang sering kali disampaikan oleh para dai atau muballigh terkait hal itu adalah Hadis ini:

ู…ูŽู† ูƒุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆุงู„ู’ูŠูŽูˆู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุงุŒ ุฃูˆู’ ู„ููŠุตู’ู…ูุชู’….

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik, atau diam….” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut memang shahih, tapi biasanya dijadikan dalih untuk bersikap diam. Berbeda dengan Gus Baha, dalam sebuah pengajiannya beliau menyingkap makna lebih mendalam dengan memaparkan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi berikut ini:

ุฃูŽุญูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุญููู’ุธู ุงู„ู„ูู‘ุณูŽุงู†ู

“Amal

๐Ÿ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →