23 Jun 2025 · 1.048 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Kita sering membayangkan jihad sebagai sesuatu yang keras dan berdarah. Seolah-olah perjuangan di jalan Allah selalu identik dengan angkat senjata dan medan tempur. Tapi terkait hal ini, menarik mengikuti penjelasan Gus Baha. Beliau memberikan sudut pandang yang berbeda, bahkan bisa dibilang radikal dalam kesederhanaannya.
Dalam pengajiannya di Pesantren Modern Al-Aly Bojonegoro, Gus Baha membedah tafsir ayat ke-41 dari surat At-Taubah:
وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah.”
Ayat ini, kata Gus Baha, jangan buru-buru ditarik ke medan perang. Lihat konteksnya. Dalam ilmu balaghah, jika Al-Qur’an tidak menyebutkan objek secara spesifik, maka itu tanda bahwa maknanya luas. Dan memang, Allah hanya menyebut “harta dan jiwa”—bukan “senjata” atau “musuh.” Artinya, jihad bisa sangat fleksibel sesuai zaman.
“Wajahidu itu sesuai zaman, karena
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+