Arab Saudi Pulihkan Pipa East-West, Pasokan Minyak Global Kembali Stabil
Laduni.ID, Riyadh - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangkaian serangan menghantam infrastruktur energi di kawasan Teluk. Negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab turut terdampak, sementara Iran menyatakan serangannya menargetkan aset milik Amerika Serikat. Qatar bahkan merilis rekaman yang menunjukkan kerusakan pada fasilitas sipil dan energi.
Situasi kian memburuk ketika Iran secara efektif menutup Selat Hormuz jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Dampaknya, distribusi energi global terganggu dan harga minyak melonjak tajam. Data dari S&P Global menunjukkan bahwa lalu lintas kapal di selat tersebut anjlok drastis, dari sekitar 135 kapal per hari sebelum konflik menjadi hanya 22 kapal dalam beberapa hari setelah gencatan senjata.
Di tengah tekanan tersebut, serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi memperparah situasi. Laporan Saudi Press Agency pada pekan lalu menyebutkan bahwa serangan terhadap stasiun pompa di jalur pipa East-West memangkas produksi hingga 700 ribu barel per hari. Sementara itu, ladang minyak Manifa dan Khurais secara gabungan kehilangan kapasitas sekitar 600 ribu barel per hari.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp119.000
Rp500.000
Rp65.000
Rp59.500
Memuat Komentar ...