03 Aug 2026 Β· 172 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta — Hiruk-pikuk kajian online dan gelombang konten keagamaan digital berlangsung di rumah Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK). Daurah Tahqiq Turats Nusantara menjadi hal istimewa saat 40 peserta terpilih dari berbagai penjuru Indonesia duduk bersama menyelami metodologi penelitian manuskrip klasik.
Yang membuat perhelatan ini istimewa bukan sekadar materinya, melainkan sosok pemateri yakni Mbah Riyan, atau dalam dunia turats dikenal sebagai Ibnu Harjo al-Jawi. Ia adalah narasumber utama yang dipercaya mengajarkan ilmu men-tahqiq, sebuah keahlian langka yang nyaris punah di tengah generasi digital.
"Saya ingin agar nanti akan muncul karya-karya ulama Nusantara kita yang dicetak dengan hasil tahqiq yang memuaskan, sesuai dengan kaidah yang mereka pelajari," ungkap Mbah Riyan (Ibnu Harjo al-Jawi) pada acara yang digelar 5-7 Januari 2026 lalu.
Baa Juga:
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+