10 Aug 2026 Β· 213 dibaca · Nasional
Laduni.id, Jakarta – Mantan Wakil Presiden ke-13 RI, KH. Ma'ruf Amin, menekankan pentingnya pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) ke depan untuk memiliki kemampuan melakukan islah (mendamaikan) serta membangun gerakan di atas pemahaman yang kuat atau "ala bashirah". Hal ini disampaikan dalam forum Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Kiai Ma'ruf menjelaskan bahwa NU adalah organisasi yang memperjuangkan keadilan, menebarkan keamanan, dan membawa kebaikan. Oleh karena itu, seorang pemimpin NU harus mampu menjadi perekat di tengah perbedaan.
Baca Juga: Ketua MPR RI: Indonesia Beruntung Punya NU dan Qanun Asasi, Fondasi Persatuan Bangsa
"Seorang yang menjadi pemimpin NU harus mampu melakukan ishlah, mampu melerai pertikaian dan perbedaan, serta mampu menghadirkan kedamaian. Kuncinya adalah mendahulu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+