29 Aug 2026 · 10 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jombang - Ada banyak cara seorang pemimpin menyampaikan kritik. Sebagian memilih bahasa tegas, sementara yang lain menggunakan pidato panjang dengan istilah yang berat. Namun, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memiliki cara tersendiri. Ia justru kerap menyelipkan humor ketika sedang membicarakan persoalan serius. Bagi Gus Dur, guyon bukan sekadar cara untuk mengundang tawa. Di balik kelakar yang terdengar ringan, sering tersimpan kritik terhadap perilaku sosial, politik, bahkan terhadap lingkungan terdekatnya sendiri, termasuk Nahdlatul Ulama (NU).
Karena itu, tidak mengherankan jika setelah Gus Dur selesai memberikan ceramah atau sambutan di suatu daerah, muncul pertanyaan yang khas, “Hari ini Gus Dur punya humor apa?” Pertanyaan tersebut bukan semata karena masyarakat ingin mendengar kelucuan. Mereka menunggu bagaimana Gus Dur mengemas persoalan yang rumit menjadi sesuatu yang sederhana dan menghibur, tetapi pada saat yang sama tetap menyisakan bahan untuk dipikirkan.
Salah satu contoh bagaimana humor digunakan Gus Dur untuk menyampaikan kritik terj
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+