07 Sep 2026 · 38 dibaca · Nasional
Laduni.ID, Jakarta - Erupsi gunung api bukan hanya menghadirkan ancaman berupa lava, lontaran batu pijar, atau awan panas. Abu vulkanik yang terbawa angin juga dapat menjadi persoalan serius bagi kesehatan masyarakat, terutama ketika paparan berlangsung dalam konsentrasi tinggi. Partikel abu yang sangat halus dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan, sementara paparan langsung juga berpotensi mengganggu mata dan kulit.
Kondisi tersebut menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik perlu meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai, serta mengikuti perkembangan informasi dari otoritas kebencanaan.
Abu vulkanik tidak sama dengan debu biasa. Material tersebut merupakan hasil fragmentasi batuan dan materi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+