11 Sep 2026 · 101 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Menghafal Al-Qur’an sering kali dipahami sebagai proses mengingat ayat demi ayat hingga seseorang mampu membacanya tanpa melihat mushaf. Namun, bagi Imam An-Nawawi, menghafal Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan menjaga ayat di dalam ingatan. Seorang yang membawa Al-Qur’an juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga adab, memperbaiki akhlak, memperbanyak membaca, menjaga hafalan, serta mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pandangan tersebut dijelaskan Imam An-Nawawi dalam kitab At-Tibyān
fī Ādābi Ḥamalatil Qur’ān. Dalam pembahasan mengenai adab dan panduan bagi
pembawa Al-Qur’an, ia menjelaskan bahwa seorang penghafal hendaknya menjadikan
Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan dirinya. Hafalan bukan sekadar
pencapaian intelektual, melainkan amanah yang harus dijaga dengan kesungguhan
dan akhlak yang baik.
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa di antara adab seorang pembawa Al-Qur’an adalah memiliki keadaan dan akhlak yang baik. Ia men
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+