29 Jan 2019 Β· 1.257 dibaca · Ringan Riuh
LADUNI.ID - Kisah-kisah berikut ini nyata adanya serta berdasarkan apa yang saya alami sendiri, khususnya sebagai seorang nahdliyin yang tinggal di Jerman, yang tak jarang mendapatkan kesalahpahaman yang seringkali tak berdasar. Yang datangnya bukan dari orang lain, namun sesama anak bangsa yang juga muslim.
Rasanya ingin marah saja bila hal itu terjadi, bahkan mungkin saja saya kelepasan dalam beberapa kali interaksi. Bila ada dari saya yang demikian, saya mohon kerelaan untuk dimaafkan.
Tak ada maksud lain sesederhana keinginan saya untuk senantiasa nggandholi sarunge kyai, meskipun itu hanya melalui tulisan berikut ini.
Kisah #1: Yang Mereka Anggap Liberal itu Ahli Dzikir
Pertengahan 2017 lalu saya mendapat sebuah kesempatan mulia menyambut seorang profesor yang juga rektor sebuah universitas islam negeri sekaligus seorang pengasuh pondok pesantren. Sehari sebelum menyambut kedatangan beliau di Berlin, saya mendapatkan telfon dari seorang yang saat itu juga mengenalkan dirinya sebagai seorang yang besar dari keluarga yang beramaliyah NU.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+