30 Jan 2019 · 2.113 dibaca · Kolom
Oleh Syaikhul Ashghor Juman Rofarif al-Batawi
LADUNI.ID, Jakarta - Entah, sejak sering diucapkan oleh Rocky Gerung, kata “dungu” jadi terdengar amelioratif. Malah jadi terdengar unyu. Kedengarannya saja sih. Kalau dikatain “dungu”, orang tetap bakal tersinggung juga.
Kata “dungu” kesukaan Rocky Gerung mengingatkan saya pada kitab klasik karya Ibnu al-Jauzi (abad ke-6 Hijriah) berjudul “Akhbar al-Hamqa wa al-Mughaffalin” jadi kitab itu ditulis sekitar 900 tahun sebelum Rocky Gerung pertama kali mengucapkan kata “dungu” dan 900 tahun lebih sedikit lagi sebelum pilpres 2019.
Judul “Akhbar al-Hamqa wa al-Mughaffalin” itu kira-kira artinya “Kabar Tentang Orang-orang Dungu”.
Kitab itu berisi tentang … ya tentang kedunguan dan orang-orang dungu. Menurut kitab itu, kedunguan itu tabiat. Namanya juga tabiat; susah dicarikan obat.
Menurut saya, “Akhbar al-Hamqa wa al-Mughaffalin” ini salah satu kitab klasik yang is
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+