30 Jan 2019 Β· 1.567 dibaca · Tekno & Disruption
LADUNI.ID,TEKNO - Demi mencapai target sebagai pemain dan produsen kendaraan listrik dunia, Indonesia menghadirkan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang menjadi bagian "Making Indonesia 4.0". Targetnya pada 2025, 20 persen dari kendaraan adalah berteknologi elektrifikasi.
Namun seperti diketahui, kendaraan elektrifikasi, baik itu hybrid, PHEV, Battery Electric Vehicle (BEV) dikenal dengan harganya yang mahal. Ini diamini oleh Senior Research Fellow The Institute of Energy Economic, Japan (IEEJ), Ichiro Kutani, dalam pemaparannya di Seminar Indonesia - Jepang Automotif dengan tema Electrified Vehicle Concept of xEV and Weel to Wheel, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (29/1/2019).
“Ada dua tantangan yang harus dihadapi di Indonesia. Salah satunya adalah harga kendaraan listrik. Sebab baterai kendaraan listrik itu masih mahal harganya sehingga ke depan perlu diperbincangkan suatu teknologi yang bisa menekan biaya itu,” ucap Kutani.
Kutani menambahkan, terkait kepentingan pengamanan energi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+