30 Jan 2019 · 3.113 dibaca · Ekonomi
LADUNI.ID,EKONOMI- Dewasa ini ada sekitar 20 juta masyarakat ASEAN bergantung kehidupannya pada industri sawit dan lebih dari 5 juta petani kecil di Indonesia, Thailand, dan Filipina menyandarkan kehidupannya dari kelapa sawit.”
Kalimat tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Fachir, dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan Uni Eropa (UE) ke-22 di Brussels, Belgia, 21 Januari lalu.
Pemerintah Indonesia kembali memperjuangkan isu sawit dan menolak kebijakan diskriminatif terhadap sawit di Eropa.
Fachir menjelaskan bahwa industri sawit di Indonesia telah berkontribusi di 12 dari 17 Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Di antaranya adalah pengentasan kemiskinan hingga pengurangan kemiskinan, penghapusan kelaparan, hingga pencapaian energi bersih dan terjangkau.
“Menolak sawit sama artinya menolak SDGs yang merupakan suatu kesepakatan global,” ujar Fachir dengan tegas, dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI dari Kementerian Luar Negeri.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+