03 Feb 2019 Β· 1.528 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Sumenep - Maraknya berita bohong, dan fitnah di media sosial adalah bagian dari persoalan yang harus dihadapi dengan serius oleh semua warga NU (nahdliyin).
"Kita harus mengambil langkah nyata, dan harus berani memerangi akun dan postingan yang menyebarkan kebohongan dan adu domba," kata Kiai Panji Taufiq, Sabtu (2/2).
Pada saat yang sama, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Jawa Timur ini mengajak nahdliyin berani dan percaya diri untuk memposting kegiatan NU. "Mulai tingkat ranting, sampai PCNU," tegasnya.
Hal tersebut mendesak dilakukan sebagai upaya memanfaat media sosial sebagai sarana dakwah. "Kita manfaatkan media sosial untuk mendakwahkan nilai ke-NU-an yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah," katanya.
Penegasan ini disampaikan Kiai Panji Taufiq pada kegiatan Deklarasi Anti Hoaks sekaligus Haul Muassis NU di gedung Adi Poday, Sumenep.
Tantangan hoaks di media sosial saat ini sudah menjadi fakta nyata yang harus diperangi dan lawan dengan postingan yang lebih mendi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+