04 Feb 2019 Β· 1.495 dibaca · Internasional
LADUNI.ID, Jakarta - Rusia mengecam sikap negara yang menerima kepemimpinan Juan Guaido sebagai "pemimpin sementara" di Venezuela sebagai bentuk campur tangan dan melegitimasi kekuatan yang dirampas.
Menurut Juru bicara Presiden Vladimir Putin Dmitry Peskov kepada wawancara pada hari Senin (4/2) tentang "upaya untuk melegitimasi kekuasaan yang dirampas" merupakan "campur tangan dalam urusan internal Venezuela."
Peskov juga menjelaskan bahwa, penyelesaian masalah politik Venezuela harus diserahkan kepada warga negara tersebut, bukan negara.
Uni Eropa telah menetapkan batas waktu untuk pemerintah terpilih Presiden Nicolas Maduro untuk mengadakan pemilihan presiden lebih awal setelah Guido menyatakan dirinya “presiden” bulan lalu.
Kendati demikian Maduro, menolak ultimatum pada hari Minggu (27/1), dengan mengatakan, "Venezuela telah melakukan semua pemilihannya."
Ketika tenggat waktu berlalu pada hari ini (Senin 4/2), beberapa negara anggota UE, termasuk Spanyol, Prancis, Prancis, In
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+