Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Sejarah

Gus Dur dan Sejarah Imlek di Indonesia

05 Feb 2019 Β· 5.929 dibaca · Sejarah

Laduni.ID, Jakarta - Dalam setiap perayaan Tahun Baru Imlek, pemandangan yang menghangatkan kerap terlihat di sejumlah vihara dan klenteng di Indonesia, terpampang foto Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur. Bagi sebagian masyarakat Tionghoa, penghormatan ini bukan sekadar simbol, melainkan ungkapan rasa syukur atas jasa besar seorang tokoh bangsa yang membuka kembali ruang kebebasan budaya yang lama terkungkung sebuah langkah penting menuju Indonesia yang ramah bagi seluruh warganya.

Pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto, pemerintah menerapkan kebijakan asimilasi yang ketat terhadap warga keturunan Tionghoa. Salah satu regulasi yang paling berdampak adalah Instruksi Presiden (Inpres) No. 14 Tahun 1967. Aturan ini membatasi, bahkan melarang, perayaan adat-istiadat dan ekspresi budaya Tionghoa di ruang publik, termasuk perayaan Imlek.

Selama kurang lebih 32 tahun, tradisi Imlek hanya bisa dirayakan secara tertutup di lingkungan keluarga. Ornamen khas, barongsai, hingga perayaan terbuka praktis menghilang dari ruang publik Indonesia. Iden

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →