08 Feb 2019 · 3.419 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Pada 25 Maret 2015, Abdul Hakim Munabari, warga Kelurahan Kasin, Malang, disergap oleh Densus 88 karena diduga terlibat dalam jaringan ISIS.
Semasa kanak-kanak hingga remaja, Hakim aktif bermain sepak bola di klub Al-Badar, sebuah perkumpulan sepak bola yang didirikan oleh warga keturunan Arab di Malang. Meskipun demikian, seperti halnya klub Asy-Syabab di Surabaya, anggota tim tidak hanya berasal dari etnis Arab.
Menariknya, terlepas dari status Hakim sebagai tersangka dalam jaringan terorisme, keterlibatan etnis Arab dalam sepak bola, seperti yang ditunjukkan oleh Hakim, patut dicermati, serupa dengan rasa penasaran terhadap peran kaum Tionghoa dalam persepakbolaan Indonesia.
Pada masa kolonial, kaum Arab, Tionghoa, dan India menempati kasta kedua setelah kaum Eropa. Mereka ditempatkan dalam perkampungan khusus berdasarkan etnis, yaitu Kampung Arab, Pecinan, dan Pekojan (berasal dari kata Khauja atau maulana, yang berarti tuan).
Perkampungan mereka dipisahkan dan diberi jarak agar tidak terjadi pembauran deng
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+