08 Feb 2019 · 2.573 dibaca · Serial Edukasi
LADUNI.ID, KESEHATAN - Salah satu hal yang sering dialami seseorang berupa depresi. Hal ini seringkali dikaitkan dengan rasa sedih berkepanjangan dan menarik diri, tetapi ada respon emosional lain yang sering terabaikan padahal merupakan gejala depresi.
Depresi dan marah kedua kerap menjadi pasangan yang serasi dan terkadang beriringan terjadi. Dunia kesehatan menyebutkan kedua memang menjadi bagian dari emosi yang sehat. Tetapi, dalam beberapa kasus, marah yang terus menerus atau persoalan kecil bisa membuat kemarahan meledak, itu menjadi pertanda hal yang lebih serius: depresi.
Sebuah penelitian di tahun 2014 menemukan bahwa amarah, baik yang ditekan atau terlalu besar, merupakan tanda dari kondisi mental seseorang.
Orang yang kesulitan mengontrol amarahnya beresiko mengalami depresi. Para ahli mendeskripsikan penyakit mental sebagai "kemarahan terhadap diri sendiri" atau "kemarahan ke dalam".
“Tidak selalu terlihat seperti depresi, padahal memang demikian,” kata Marianna Strongin, seorang p
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+