08 Feb 2019 · 3.802 dibaca · Islam Nusantara
Dungo (bahasa Jawa) berasal dari kata do’a yang diambil dari bahasa Arab yaitu al-du’a berarti memanggil, mengundang, meminta tolong, memohon, dan sebagainya. Do’a dalam al-Qur’an memiliki banyak arti, diantaranya al-Nida’ (panggilan), al-Thalab (permintaan), al-Qaul (perkataan/ ucapan), al-‘Ibadah (ibadah), al-Isti’anah (minta pertolongan). Dungo dapat diartikan, permintaan seorang hamba kepada Tuhan.
Istilah Dungo berakar pada Bahasa Arab yaitu Do’a Istilah tersebut kemudian dijawakan menjadi Dungo. Kata dungo dalam masyarakat Islam Jawa memiliki kemiripan dengan kata jampi. Dalam masyarakat Indramayu terdapat istilah “dungo sholat, dungo zakat, dungo puasa” atau “jampi sholat, jampi zakat, jampi puasa”, dan sebagainya. Persamaan makna dua istilah itu, masih ditemukan sampai sekarang.
Fungsi Dungo
Masyarakat Nusantara, khususnya Jawa dalam melakukan aktivitas sehari-hari, selalu mengaturkan do’a. Dungo memiliki beberapa fungsi, di antaranya:
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+