10 Feb 2019 Β· 4.498 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Ciamis - Sirnarasa bertempat di Dusun Ciceuri, Desa Ciomas, Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Ia berada di bawah naungan seorang mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyyah (TQN) yang akrab dipanggil Abah Aos. Pada mulanya, pesantren ini bernama al-Islah.
SetelahAbah Aos berguru kepada mursyid silsilah ke-37, Syekh Shohibul Wafa Tajul Arifin (kemudian disebut Abah Anom), kemudian diubah menjadi Sirnarasa atas petunjuk Abah Anom melalui surat yang ditujukan untuk Abah Aos, dimana alamat yang tertera bukan al-Islah, melainkan Sirnarasa. Kejadian ini dianggap oleh Abah Aos sebagai petunjuk perubahan nama untuk pesantren yang ia pimpin.
Menurut penjelasan dari beberapa narasumber, Sirnarasa memiliki arti filosofis. Sirna yang berarti hilang atau lenyap, dan Rasa dalam istilah tasawuf merupakan segala macam perasaan yang ada dalam diri (hati) manusia. Oleh karena itu, pesantren ini memiliki motto; tidak punya apa-apa, tidak tahu apa-apa, dan tidak ingin apa-apa. Artinya, segala yang ada merupakan milik-Nya, segala bentuk pengetahuan adalah pengetahuan-Nya, dan y
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+