11 Feb 2019 · 2.583 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Bendera bertuliskan lafadz Tauhid menjadi perbincangan hangat lintas kalangan dan media sosial. Golongan yang satu dan yang lain saling berebut untuk menjadi golongan yang paling mengerti tentang bentuk dan lambang pada bendera tersebut. Perbincangan mengenai bendera ini terus bergulir hingga titik paling serius.
Selanjutnya terjadilah saling melempar hadits mengenai originalitas bendera Rasulullah. Diantara hadits yang cukup terkenal yaitu hadits dari Ibnu Abbas yang menerangkan bahwa al-rayah Rasulullah berwarna hitam dan al-liwa’ Rasulullah berwarna putih. Terdapat dua kata yang mempunyai makna hampir sama, yaitu liwa’ dan royah. Belakangan dua kata tersebut kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai bendera.
Walau keduanya secara bahasa mempunyai makna yang hampir serupa, namun pada penggunaannya cukup berbeda. Al-liwa’ oleh sejumlah ahli disebutkan sebagai bendera perang yang diikatkan di pucuk senjata berupa tongkat atau tombak. Sedangkan al-Rayah adalah bendera perang sebagai penentu dari keberlangsungan pep
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+