14 Feb 2019 Β· 2.379 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Semangat untuk berkehidupan Islam dalam semua aspek (kaffah) dan berkedaulatan secara sempurna merupakan cita-cita terpuji jika keinginan tersebut lahir dari kejujuran dan keikhlasan hati, bukan karena frustasi melihat keterpurukan umat Islam serta hegemoni Barat yang menembus sumsum kehidupan umat yang paling dalam. Rasa frustasi dunia Arab atas dominasi Barat sejak akhir abad 19 makin dalam saat kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel di Palestina tahun 1948. Kekalahan koalisi negara-negara Arab pada perang Arab Israel tahun 1967 meninggalkan luka yang dalam. Pemikir-pemikir Arab dengan sangat emosional menggambarkan kekalahan perang tersebut sebagai bukti adanya kesalahan dalam merumuskan persoalan budaya, agama dan politik di dunia Arab (Yoyo, 2017: 18).
Muhammad ‘Abid alJabiri seorang pemikir dari Maroko mengatakan: “…pemikiran Arab merefleksikan realitas Arab sebagai aspirasi bagi proyeksi masa depan, merefleksikan dan mengekspesikan hambatan, rintangan dan penyebab kemunduran yang sedang dihadapi bangsa Arab”
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+