19 Feb 2019 Β· 4.455 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID - Rasulullah SAW lahir dan besar hidup di lingkungan masyarakat yang tinggi nilai sastra dalam ungkapan bahasanya. Ungkapan Beliau dalam bahasa hadis terkadang bisa dipahami bukan dalam arti hakikat atau makna sebenarnya, tapi dipahami sebagai makna kiasan, simbolik, atau perumpamaan. Misalnya Rasulullah SAW. bersabda: "IDZAA JAA RAMADHANU FUTTIHAT ABWAAB AL-JANNAH WA GULLIQAT ABWAAB AN-NAAR WA SHUFFIDAT ASY-SYAYAATHIN". Artinya: "Apabila tiba bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga terbuka, pintu-pintu neraka tertutup, dan setan-setan terborgol atau terbelenggu". (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Ketika bulan Ramadhan terjadi pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, pencurian dan berbagai kejahatan lainnya, muncul pertanyaan: Bagaimana bisa terjadi padahal setan sudah diborgol atau dirantai? Apakah borgolnya lepas? Antara hadis dengan fakta di masyarakat tidak sesuai? Dimana kebenaran hadis tersebut?
Pertanyaan dan kebingungan tersebut muncul karena hadis tersebut di atas dipahami dalam arti fisik yang sebenarnya. Disebut pintu dan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+