20 Feb 2019 · 3.811 dibaca · Artikel
LADUNI.ID - Sewaktu di pesantren dulu, Guru kami, Almarhum KH.Abdul Hannan As`ad (w.th. 1999), pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Malang, sering mengingatkan para santrinya agar dalam membaca al-Qur`an hendaknya membacanya secara tartil, dengan baik, tidak grasa grusu, apalagi sampai parade adu kecepatan. Pesan beliau, jangan sampai niat baik membaca al-Qur`an untuk mendapatkan ridho dan pahala dari Allah swt. malah berubah menjadi perbuatan maksiat dan berbuah dosa disebabkan ketidak hati-hatian dan "sak karepe dewe" dalam membacanya. Terdapat makhraj yang tidak benar, hukum mad yang teralpakan, bahkan terjadinya pengurangan dan penambahan huruf dalam Al-Qur`an, yang semuanya disebabkan kesembronoan dalam membacanya. Beliau memang terkenal sangat teliti dalam mengajar tahsin al-Qur'an, sehingga wajar saja bila santri santri baru yang diajar ngaji oleh beliau baru bisa menyelesaikan tahsin surat al-Fatihah sampai berbulan-bulan, termasuk yang saya alami di awal masa nyantri.
Di sela pengajian Kitab Risalatul Mahid, Almarhum Gus Ahmad Yus
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+