21 Feb 2019 · 2.053 dibaca · Motivasi
LADUNI.ID, TOKOH- “JAK BEUT LAJU MANDUM MERUMPOK” (Belajar Terus di Pesantren, Semua Cita-Cita bisa Diraih), demikian untaian yang sering terdengar dan terpatri dalam jiwa sosok berkacamata yang terkenal jenius sejak menuntut ilmu di dayah Jeumala Amal, Tgk. Muttaqien.
Petuah itu terus menggelora dan mengalir dalam jiwa putra kelahiran Bagok, Aceh Timur. Dulu awal tahun 2000 berbicara dunia dayah tidak begitu menarik dan seolah sebagian masyarakat menempatkan dayah sebagai “TPA” (Tempat Pembuangan Akhir).
Saat tidak lulus di perguruan tinggi, orang tua mengambil langkah menempatkan anaknya ke dayah, bahkan anaknya yang cerdas dan juara “wajib” masuk kuliah, sedangkan anak yang tidak cerdas dan mendapatkan rangking juara nomor satu dari belakang, dayah juga pilihannya. Masih banyak fenomena lainnya.
Itulah sekelumit fenomena dayah era itu dalam pandangan masyarakat , namun Tgk Muttaqien mencoba “mereformasi” pemikiran itu dengan memilih dayah,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+