23 Feb 2019 · 3.816 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID - Bagian dari metode memahami makna hadis adalah mengerti kapasitas Nabi SAW. ketika bersabda atau melakukan suatu perbuatan. Terkadang kapasitas Beliau sebagai Rasul yang bertugas tabligh menyampaikan risalah menjelaskan wahyu dalam al-Qur'an kepada umat, menjelaskan tentang akidah, ibadah, akhlak, halal dan haram. Dalam konteks ini semua umat Islam wajib mengikutinya.
Dalam kaitan inilah, Allah menegaskan dalam al-Qur'an: "Apa saja yang disampaikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarang kepadamu, maka tinggalkanlah. (QS. al-Hasyr, 59: 7).
Dalam ayat lain, "Dan tiadalah yang diucapkan itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya." (QS. an-Najm, 53: 3).
Berbeda halnya ketika kapasitas Beliau sebagai manusia biasa. Dalam hadis Sahih Bukhari diriwayatkan bersumber dari Jabir bin Abdullah. Ketika ayahnya meninggal dunia dan banyak hutangnya. Jabir mengusulkan kepada Nabi SAW. agar meminta kepada para sahabatnya yang pernah memberi hutang
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+