27 Feb 2019 · 3.944 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID, Jakarta - “Kang, kemarin saya mampir ke makam Mbah Kerto.” kata Gus Dur kepada Muhammad AS. Hikam. Hikam yang asal Tuban Jawa Timur itu bertanya antusias, “Mbah Kerto itu siapa, Gus?”
“Loh, masak sampean ndak tahu. Itu makam yang di Bandungrejo, deket rumah sampean di Plumpang, Tuban.”
“Wah, saya malah nggak tahu Gus ada makam Mbah Kerto. Lagi pula, itu siapa, Gus?”
“Walaah, sampean ini gimana… .Mbah Kertowijoyo itu salah satu Waliyullah yang ada di Tuban. Saya dan Mbah Kiai Abdullah Faqih Langitan sering ke sana. Yang jaga makam kan Mbah Noko, dulu santrinya Almaghfurlah ayah sampean, KH. Abd. Fatah…”
Dialog di atas terjadi di era 1990-an. Muhammad AS Hikam memuat obrolan tersebut dalam bukunya, Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita (Bandung: Yrama Media, 2013).
Selama puluhan tahun, makam Mbah Kertowijoyo banyak didatangi para pegiat klenik dengan kelakuan yang aneh-aneh. Masyarakat malah menganggap apabila Mbah Kertowijoyo adalah tokoh Kejawen.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+