Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Hafiduddin (Mbah Hafid Nogosari)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Hafiduddin (Mbah Hafid Nogosari)

57.534 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama lengkap beliau KH Ahmad Hafiduddin bin Usman Basyaiban, yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Kyai Hafid Nogosari (gelar Nogosari karena beliau tinggal dan juga wafat di desa Nogosari) beliau berasal dari Desa Brongkal Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil KH. Ahmad Hafiduddin (Mbah Hafid Nogosari)

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Keluarga
  4. Pendidikan
  5. Mengisi di Pengajian
  6. Amalan-Amalan
  7. Karomah-Karomah

Kelahiran

KH. Ahmad Hafiduddin bin Usman Basyaiban atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Hafid Nogosari lahir di Desa Brongkal Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Ageng Usman berasal dari mataram dan masih ada keturunan dengan Raden Fatah sekaligus juga keturunan Prabu Brawijaya Majapahit. Ayah beliau, KH. Ageng Usman di makamkan di pemakaman Gribik Malang.

Wafat

Mbah Hafid menghadap keharibaan ilahi Rabbi pada Senin tanggal  27 Shafar 1406 H, dalam usia kurang lebih 105 tahun. Beliau meninggalkan 12 putra-putri, dan diantaranya yang masih hidup : KH. Nur Ali Yasin, Kiai Imam Ahmad Nur Sadah, dan Kiai Hasan.

Keluarga

Sepulang dari belajar ilmu agama di Mekkah Mbah Hafid kembali mengabdi kepada gurunya KH. Khozin di Siwalan Panji, dan beliau pun di ambil menantu oleh Kiai Khozin dan dinikahkan dengan putrinya Nyai Muhsinah.

Pendidikan

KH. Ahmad Hafiduddin memulai pendidikannya dengan belajar ilmu agama kepada ayahnya. Setelah selesai, beliau melanjutkan dengan belajar ilmu agama kepada KH. R Khozin bin Khoiruddin bin Ahmad Al-Adhomat Khon Siwalan Panji Sidoarjo. Setelah bebarapa tahun beliau belajar kepada Mbah Kiai Khozin, Kiai Hafid berangkat menimba ilmu di Mekkah kurang lebih selama tujuh tahun. Menurut salah satu sumber dari Almarhum mbah Kiai Ibrohim Pasuruan (teman mondok Mbah Hafid) bahwasanya menurut beliau jika Kiai Hafid juga berguru kepada Mbah Kholil Bangkalan selama kurang lebih 16 tahun.

Mengisi di Pengajian

Setiap hari minggu beliau Mbah Hafid mengadakan pengajian kitab tafsir secara umum yang banyak di hadiri oleh masyarakat dan kiai-kiai sekitar Kecamatan Rambipuji.

Ketika membaca ayat-ayat suci al-Quran suara beliau sangat tartil,  merdu dan sangat fasih, beliau sangat hati-hati dan benar-benar menerapkan ilmu tajwid seuai makhorijul hurufnya. Begitu juga ketika beliau membaca aurad dzikir-dzikir beliau membacanya dengan cara perlahan, jelas, fasih, tidak terburu buru, karena bahasa arab beda pengucapan artinya bisa jauh berbeda.

Amalan-Amalan

Amalan utama Mbah Hafid, yang menjadi dasar hidup yang sangat di pegang teguh ada 2 hal, yaitu :

  1. Mengerjakan wudlu di usahakan dengan sesempurna mungkin
  2. Mengerjakan shalat di usahakan dengan sesempurna mungkin

Sampai-sampai Mbah Hafid ketika akan melaksanakan shalat beliau berdandan terlebih dahulu, memakai minyak wangi, memakai celak, memakai jam tangan, memakai sarung paling bagus, pakaian paling bagus, jubahpaling bagus, serban yang paling bagus. Dan beliau senantiasa mengerjakan shalat lima waktu secara berjamaah. Sehingga apabila ada santri atau salah satu keluarga beliau sendiri yang tidak shalat berjamaah maka beliau tidak segan-segan untuk memberikan hukuman.

Karomah-Karomah

Mbah Hafid tidak hanya terkenal dengan kealimannya tapi juga dengan kekeramatanya, banyak orang yang sowan kepada beliau minta sambung barokah doa, mulai dari habib, ulama, kiai, masyarakat umum dan orang-orang non muslim, juga orang-orang tionghoa atau china.

Habib Muhammad bin Ali Al-Habsy dari Ketapang Probolinggo sendiri sangat menghormati Mbah Hafid Nogosari, sampai-sampai karena ta’dzimnya Habib Muhammad beliau tidak berani duduk d

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+