01 Mar 2019 · 1.908 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID - Salah satu keputusan penting yang dihasilkan Bahtsul Masail dalam Munas NU di Banjar, 27 Pebruari-1 Maret 2019, adalah menghapus sebutan "kafir" untuk non muslim Indonesia. Ini sungguh keputusan yang luar biasa.
Dalam acara bedah buku "Menemani Minoritas", karya Dr. A. Najib Burhani, yang lalu saya mengatakan : "Kita perlu merekonstruksi atas sejumlah terminologi keagamaan. Salah satunya adalah kata "Kafir'. Kata ini sangat krusial dalam isu-isu keagamaan dan relasi antar warga negara. Ia mengandung makna peyoratif dan diskriminatif.
Dalam konteks relasi sosial ia harus dikembalikan pada makna genuinnya. Yakni orang yang mengingkari atau menolak kebenaran, kebaikan dan keadilan. Jadi ia bukan lagi bermakna suatu identitas komunitas suatu agama selain komunitas agamanya dirinya.
Mengenai keyakinan biarlah menjadi urusan dan pilihan individu. Keputusan benar atau tidak diserahkan kepada Tuhan.
Saya kira menarik mengutip pandangan Asghar Ali Engeneer, intelektual dan aktivis dari India.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+