01 Mar 2019 · 2.351 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Kebalikan dari materi bahtsul masa’il Munas NU 2019 di Banjar yang membahas non-muslim bukan kafir tapi warga negara, saya sudah mempermasalahkan status kewarganegaraan kaum muslim radikal takfiri d beberapa tulisan saya “Dosakah Menjadi Indonesia” dan “Golput Takfiri” Di setiap forum yang saya isi tentang HTI, saya sampaikan ke audiens persoalan status syar’i kewarganegaraan anggota HTI.
Karena berdasarkan pengalaman pribadi waktu menjadi pengurus HTI, saya dan teman-teman secara psikologis (ruhiyan wa bathinan) tidak menganggap Indonesia sebagai negara kami. Kami punya negara sendiri yaitu Khilafah yang sebentar lagi akan berdiri. Kami punya konstitusi sendiri. Kami punya pemimpin sendiri yaitu Amir Hizbut Tahrir. Dimana ketaatan, kepercayaan (tsiqah) dan loyalitas kami berikan.
Suasana batin yang sama dialami juga oleh pengikut Al-Qaeda,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+