02 Mar 2019 · 2.153 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Dulu, nama Syekh Musthofa al-Ghalayini saya kenal tak lebih sekadar penulis dari beberapa kitab-kitab kebahasaan dan kesusastraan Arab. Karya-karya beliau seputar kebahasaan memang banyak dan masuk daftar dari sekian kitab gramatikal Arab yang bisa membuat santri menjadi liar seliar-liarnya dalam mengeksplor wawasan penguasaannya terhadap Bahasa Arab. Seperti Kitab Jami’ addurus al-Arabiyyah sebuah kitab yang sangat tebal memuat rangkuman-rangkuman pembahasan seputar nahwu-shorof dengan detil komprehensif.
Yang membuat kitab ini kurang baik bagi seorang pemula belajar Nahwu-shorof, oleh karena di dalamnya turut serta didisplay pembahasan dan pandangan ulama lain yang kadang kala terlihat kontradiksi satu sama lain. Namun, bagi mereka yang sudah lulus belajar kita-kitab primer dari dasar, mengkaji Jami’ addurus-nya Syekh Musthofa al-Ghalayini ini tentu dapat menambah wawasan kebahasaan dan kesusastraan Arab.
Namun, beberapa tahun terakhir saya mengenal salah satu karya tulisan beliau yang lain, sebuah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+