Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Islam Nusantara

NU; Bersarung, Cendikia dan Dinamis

04 Mar 2019 · 2.671 dibaca · Islam Nusantara

LADUNI.ID - Pengkaji keislaman dari jepang, Mitsuo Nakamura pernah mengakui khilaf sekaligus menganulir atas pandangannya terhadap NU tatkala memandang NU sebagai organisasi ulama ketinggalan jaman, yang secara intlektual tidak canggih. Kekhilafan itu karena ia merasa tertipu dengan NU yang dilebel sebagai organisasi tradisional. Sehingga ia pun latah ikut-ikutan menstigma negatif terhadap NU. Pelebelan itu sendiri tidak lepas dari produk dikotomis modernis-tradisionalis.

Embrional dikotomis tersebut merupakan hasil perspektif dunia Barat ketika menempatkan dunia Timur sebagai objek kajian. Dalam kaca mata Barat, dunia Timur adalah tradisional dalam bentuk negara berkembang maupun negara terbelakang. Dikotomi yang tidak fair (diskriminatif) itu pertama kalinya 
diperkenalkan oleh alumni-alumni Universitas Cornell dalam kajiannya ttg Islam di Indonesia.

Adapun sarjana Indonesia yang paling bertanggung jawab dalam menyebarluaskan dikotomi “Islam tradisionalis” dan Islam modernis” adalah si Deliar Noer melalui karyanya “Ger

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →