Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Drs. Achmad Masduqie Machfudz, Pendiri Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda, Malang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Drs. Achmad Masduqie Machfudz, Pendiri Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda, Malang

1935 – 2014 M · 31.815 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Kiai Masduqi lahir di Desa Saripan, (Syarifan) Jepara, Jawa Tengah, pada 1 Juli 1935 M. Lahir dari keluarga agamis dan fanatik terhadap agama, beliau tumbuh sebagi sosok yang tegas dan berani membela kebenaran.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Perjalanan Organisasi
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Drs. Achmad Masduqie Machfudz lahir pada tanggal 1 Juli 1935 di Desa Saripan (Syarifan), Jepara, Jawa Tengah. Beliau adalah putra dari pasangan Kyai Machfudz dan Ibu Nyai Chafsoh.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tanggal 7 Juli 1957, dalam usia 22 tahun, KH. Drs. Achmad Masduqie Machfudz menikah dengan Nyai Chasinah Hamzawi, putri dari KH. Chamzawi Umar. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai sembilan orang anak, yaitu: Drs. KH. Mushoddaqul Umam, M.Si., KH. Muhammad Luthfillah, MM., Dr. KH. Moch. Shpbachun Niam, M.Kes, Sp.B-KBD., KH. M. Taqiyyuddin Alawiy, MT., Nyai Hj. Dra. Roudlatul Hasanah, M.Pd., KH. Dr. Muhammad Isyroqun Najach, M.Ag., Nyai Hj. Dra. Badiatus Shidqoh, Nyai Hj. Fauchatul Fithriyyah, S.Ag, S.Psi., dan KH. Achmad Shampton, M.Ag.

1.2 Wafat
KH. Drs. Achmad Masduqie Machfudz wafat pada hari Sabtu, 1 Maret 2014/28 Rabi'ul Akhir 1434H di usia 78 tahun setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang. Meskipun sempat mengalami koma dan menunjukkan perbaikan, takdir Allah memanggilnya. Beliau dimakamkan pada hari Ahad, 2 Maret 2014/29 Rabi'ul Akhir 1434H di lingkungan Pesantren Nurul Huda.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Pada usia 5 tahun, tepatnya tahun 1939, KH. Drs. Achmad Masduqie Machfudz mulai belajar di Madrasah Ibtidaiyah di kampungnya, yang dikenal sebagai "Sekolah Arab" karena pelajaran yang diajarkan menggunakan bahasa Arab. Beliau belajar di sana selama lima tahun (1939-1944), mempelajari dasar-dasar bahasa Arab dan agama Islam. Setelah menyelesaikan sekolah tersebut, beliau melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Jepara selama delapan tahun (1945-1953), menyelesaikan Madrasah Tsanawiyah pondok selama tiga tahun di bawah bimbingan Kyai Abdul Qadir. Di sana, beliau mempelajari ilmu nahwu dan shorof, fiqih, tauhid, dan lain-lain.

Merasa belum cukup, beliau kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Krapyak di bawah pimpinan KH. Ali Ma'shum, sambil menyelesaikan studi di SGHA (Sekolah Guru dan Hakim Agama).

2.2 Guru-Guru
1. Kyai Machfudz
2. Kyai Abdul Qadir Jepara
3. KH. Ali Ma'shum Pesantren Al Munawwir Krapyak

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Mendirikan Pesantren
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda didirikan oleh KH. Drs. A. Masduqie Machfudz melalui sebuah mushala kecil di Mergosono gang 3B. Mushala yang sebelumnya sepi mulai ramai dengan aktivitas ibadah sejak beliau berdomisili di sana. Meskipun awalnya lingkungan sekitar kurang responsif, dengan ajakan yang santun, aktivitas mushala semakin ramai dengan jamaah shalat fardhu dan pengajian rutin.

KH. Drs. Achmad Masduqie Machfud

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+