09 Mar 2019 Β· 21.745 dibaca · Hikmah
Ψ¨ΩΨ³ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ±ΩΩΩΩ°ΩΩ Ω±ΩΨ±ΩΩΨΩΩ Ω°ΩΩ Ω±ΩΨ±ΩΩΨΩΩΩ
LADUNI.ID, Jakarta - Mbah Paijo adalah tokoh ‘kejawen’ yang kekeh mempertahankan tradisi, orangnya ramah, sederhana dan sangat dihormati masyarakat. Beliau selalu memberikan pelajaran-pelajaran kehidupan pada tetangga dan semua orang yang beliau kenal. Namun sayang, Mbah Paijo tidak pernah melakukan Shalat. Menurutnya yang penting jiwanya suci, tidak pernah menyalahi sesama dan selalu ingat pada Yang Maha Kuasa. Hingga pada suatu hari, Mbah Paijo memutuskan “Dirinya Harus Shalat” setelah beliau merasa sudah bertemu Warkudara (Tokoh Wayang Panegak Pandawa) yang menjadi sosok idolanya.
Pada suatu hari Mbah Paijo dikunjungi seorang pemuda (sebut saja Mas Dans). Mas Dans datang cuma sekedar mengajak ngobrol dan “ngangsu kawruh” pada Tokoh yang dituakan di Kampungnya. Obrolan demi obrolan dari masalah sosial, politik, agama sampai budaya.
Mas Dans: “Mbah, njenengan remen wayang nggih Mbah...?”
Mba
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+