12 Mar 2019 ยท 6.888 dibaca · Adab Makan dan Minum
Ladun.ID, Jakarta - Fenomena penamaan makanan di tengah masyarakat kita kian hari kian kreatif. Demi menarik perhatian pembeli, muncul berbagai nama ekstrem seperti Rawon Setan, Mie Setan, Bakso Laknat, Pentol Granat, hingga Sambel Neraka. Dari sisi marketing, nama ini tentu efektif memancing rasa penasaran. Namun, bagaimana Islam memandang kebiasaan semacam ini? Apakah boleh, atau justru sebaiknya dihindari?
Sebagaimana pepatah Arab mengatakan:
ุฎูุงูููู ุชูุนูุฑููู
“Berbedalah, niscaya engkau akan dikenal.”
Namun Islam tidak hanya menilai sesuatu dari sisi unik dan viral semata, melainkan juga menimbangnya dari sisi adab, etika, dan dampak maknawi.
Dalam prinsip hukum Islam, segala sesuatu pada dasarnya boleh selama tidak ada dalil yang melarang. Imam Al-Haramain Al-Juwaini dalam Ghiyatsul-Umam fi Iltiyatsidh-Dhulam menegaskan:
ููู ูุง ููู ู ููุนูููู ู ููููู ุชูุญูุฑููู ู ููุฌูุฑูู ุนูููู ุญูููู ู ุงููุญูููู ุ ููุงูุณููุจูุจู ููููู ุฃูููููู ููุง ููุซูุจูุชู ููููููู ุญูููู ู ุนูููู ุงููู
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+