13 Mar 2019 Β· 3.395 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Meyakini segala sesuatu hanya dari Allah dan akan kembali hanya kepada Allah SWT akan membuat manusia lebih mudah bertawakal kepada-Nya. Sebaliknya, jika manusia tak memahami prinsip tersebut, maka akan sulit tawakal.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim. Proses berhasilnya tawakal ini menurutnya akan berdampak positif pada kesabaran dan rasa syukur.
“Selama Anda tidak memahami bahwa segala sesuatu itu dari Allah dan kembali pada Allah, Anda akan sulit tawakal. Maka Anda pun sulit sabar lalu sulit bersyukur,” ujar Kiai Luqman, seperti dilansir dari laman NU Online, Rabu (13/3).
Menurut Direktur Sufi Center itu, ketika manusia sudah merasa sulit untuk tawakal, sabar, dan syukur, maka yang terjadi ialah manusia hidup dengan imajinasinya sendiri yang terus menyiksa.
“Anda akan hidup dengan imajinasi Anda sendiri yang terus menyiksa batin Anda. Ketakutan dan kegelisahan terus membayangi,” tegas penulis
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+