14 Mar 2019 · 4.263 dibaca · Hikmah
LADUNI. ID, ULAMA -Maulana Habib Lutfi bin Yahya: "Allah Memilih Ketum PBNU Sesuai Tantangan Zamannya, Bukan Kebetulan. Apalagi Menganggapnya Sebuah Kesalahan. Itu Anggapan Keliru."
Saya kira kalau menganalogikan KETUM PBNU dengan orang mabok itu sudah melewati batas. Sudah keluar dari adabul ikhtilaf, أداب الاختلاف. Etika berbeda pendapat.
Tidak pantas dikatakan, ditulis, dinyatakan oleh siapapun, apalagi seorang Da'i. Tidak perlu cerdas untuk berani menyatakan keberatan atas pernyataan seperti itu.
Apalagi Ketum PBNU memiliki nasab yang jelas, riwayat pendidikan panjang, kiprah di NU juga bukan setahun dua tahun. Jika dihiting sejak 1994, tidak kurang 25 tahun beliau telah berkiprah di NU.
Pemikiran beliau juga tidak ada yang menyimpang, tidak dipahami mungkin ia, yang jelas, mereka yang menuduhnya sesat tidak memiliki pengalaman baca seluas beliau.
Bagi saya, andai orang-orang yang mengkritik itu pemahaman agamanya dijadikan satu, masih jauh dari kelayakan menjadi lawan setanding dengan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+