Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Hegel dan Marx Tidak Laku di SIni

15 Mar 2019 · 1.562 dibaca · Kolom

LADUNI.ID - Siapa pernah baca buku filsafat atau teori ilmu sosial pasti pernah dengar dua nama raksasa Jerman ini. Keduanya bisa dibilang guru dan murid, tetapi bersimpang jalan. Pangkal cekcoknya meneruskan ‘perkelahian’ filsafat Plato dan Aristoteles. Plato bilang “ada” yang sejati (the really real) adalah “ada” yang ada dalam pikiran. Pikiran mendahului kenyataan. Ada dalam kenyataan sekadar manifestasi ada dalam pikiran yang tidak sempurna. Contoh, patung adalah manifestasi ide pemahat. Kue adalah penjelmaan ide baker. Kuda adalah perwujudan ide Pencipta. Sebelum mewujud, seluruhnya tercetak dalam ide sang pembuat dalam cetakan yang sempurna. Karena itu, jika ada patung yang rompal, kue yang bantat, atau kuda yang pincang—menurut Plato—itu sama sekali tidak mengurangi konsepnya yang sempurna. Plato pendiri aliran rasionalisme. Filsafat Plato melahirkan tradisi berpikir deduktif.

Aristoteles menyanggah teori Plato. Menurutnya, dualisme plato menggandakan kenyataan menjadi dua: “ada” di pikiran dan &ldqu

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →