LADUNI.ID, Jakarta - Merespon tragedi Christchurch kemarin, seorang politisi di Australia menyalahkan kebijakan imigrasi yang menerima ekstremis muslim ke Selandia Baru. Bagi politisi tersebut, pembantaian kemarin hanyalah konsekuensi saja, sebuah respon logis terhadap gelombang imigrasi muslim ke negara-negara Barat. Bagi dia, Islam tak lebih dari sebuah ideologi kekerasan. "Tak perlu heran jika ada yang merespon dengan kekerasan pula," tulisnya.
Di sisi lain, ada rekan-rekan muslim yang mengungkapkan kemarahan bukan hanya terhadap pelaku teror, tapi juga pada "kaum kafir". Kaum kafir laknatullah, lebih persisnya. Kaum kafir yang dilaknat Allah. Sebagian menulis demikian sambil turut menyebarkan rekaman pembantaian yang dibuat oleh pelaku teror. Sebagian lagi membumbui dengan seruan untuk bersiap perang melawan musuh Islam.
Meski berseberangan, ungkapan-ungkapan seperti ini pada dasarnya sama saja. Sama-sama merawat ketakutan dan kebencian terhadap kelompok lain. Sama-sama memberi cap dan penghakiman terhadap semua orang yang di
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+