Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

KOPRI dan Hantu Patriarki

17 Mar 2019 · 2.265 dibaca · Kolom

LADUNI.ID - Ada salah satu pernyataan bijak dari seorang filosof India bernama Anthony De Mello. Ia mengatakan bahwa salah satu sebab mengapa manusia terkatung-katung dalam jurang penderitaan adalah karena ia menghidupkan kembali sejarah kelam di masa lalunya ke kehidupan masa sekarangnya.
.
Hal yang serupa juga terjadi pada mereka yang tak henti-hentinya menyuarakan kesetraan gender, walhasil ketidakcocokan dalam penempatan posisi perempuan pasti dinilai sebagai ketidaksetaraan gender. Selain itu yang sangat disayangkan adalah mereka akan segera menuding lelaki sebagai pelakunya. Dari sini setidaknya kita bisa mempertanyakan kembali, dari mana pandangan ini berasal?, apakah feminisme menginginkan kesetaraan atau kebebasan dari norma-norma? dan apakah feminisme adalah solusi yang benar-benar solutif serta berlaku dalam skala universal?. Baiklah, mari kita jawab urutan dari pertanyaan ini.
.
Pertama, pandangan di atas -lelaki dan sistem mendiskriminasi perempuan- adalah cara pandang yang datang dari Feminisme Barat -yang sampai saat ini diamini oleh

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →