22 Mar 2019 · 1.974 dibaca · Internasional
LADUNI.ID - Tepat sepekan setelah tragedi penembakan di dua masjid di Christchurch, perempuan di Selandia Baru mengenakan kerudung untuk mengenang para korban teror yang menewaskan 50 orang tersebut.
Beberapa perempuan tersebut berbicara kepada CNN. Mereka satu suara, bahwa bagi non-Muslim, pemakaian kerudung ini adalah simbol conta, kekuatan, dan persatuan di masa kelam.
"Saya dengar beberapa perempuan Muslim takut keluar mengenakan hijabnya setelah penembakan itu dan saya pikir tak seharusnya ada orang yang takut menjadi diri sendiri atau mempraktikkan kebudayaan atau kepercayaan mereka di Selandia Baru," tutur Mal Turner.
Senada dengan Turner, seorang warga perempuan Selandia Baru lainnya berkata, "Kerudung yang saya pakai melambangkan kebebasan dan harmoni. Kebebasan berpendapat, menentukan siapa diri Anda, hak untuk hidup dan memilih agama tanpa ketakutan."
Lebih jauh, seorang remaja perempuan bernama Kate Mills Workman mengaku memakai kerudung karena kagum dengan keberanian para umat Muslim meski mu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+