28 Mar 2019 Β· 2.381 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Setidaknya ada dua kemungkinan jawaban. Jawaban pertama terkait dengan puritanisme tekstual keagamaan. Jawaban kedua terhubung dengan situasi ekonomi politik lebih luas. Mari kita elaborasi.
Jawaban pertama: kelompok Islam modernis sangat puritan dalam beragama. Mereka berpikir bisa kembali ke Quran dan Hadits tanpa bantuan khazanah pemikiran para ulama sebelumnya. Seolah-olah setiap individu berhak menjadi mujtahid yang memutuskan sendirian perkara agama dengan akal mereka.
Kenyataan menunjukan sebaliknya. Mereka kembali ke Quran dan Hadits, tetapi tetap lewat pemikiran ulama yang lebih terbatas daripada kelompok Islam tradisional. Lalu alih-alih menggunakan akal, mereka malah menafsirkan Quran dan Hadits secara tekstual–bahkan ketika mengundang Rocky Gerung untuk berceramah mengenai akal sehat pun mereka memahaminya secara tekstual.
Jawaban kedua: Islam modernis adalah kelas menengah yang frustrasi dengan situasi ekonomi politik. Rezim yang berkuasa sekarang dirasa tidak berpihak kepada mereka.
Bagi kalangan swas
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+