30 Mar 2019 · 3.473 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Menurut Ibn Mandzûr, syirik adalah menyekutukan Allah dalam hal ketuhanan, yakni menuhankan zat lain selain Allah, padahal tidak ada yang mampu menyamai Allah subhanahu wata’ala. (Lihat: Jamâl al-Dîn Ibn Manzûr, Lisân al-ʽArab, [Beirut: Dâr al-Ṣadr, 1414 H], j. 10, h. 448)
Sedangkan menurut Ibn ʽAsyur (w. 1393 H), syirik adalah menyekutukan Allah dengan hal lain dalam perkara ketuhanan dan ibadah. (Lihat: Ṭâhir Ibn Asyûr, al-Taḥrîr wa al-Tanwîr, [Tunis: al-Dâr al-Tûnîsiya li al-Nasyr, 1984 M], j. 7, h. 333.)
Ibn Mandzur menambahkan dengan mengutip kaul Abu al-ʽAbbas, bahwa syirik bukan berarti hanya menyembah selain Allah dan meninggalkan Allah. Yang dimaksud syirik adalah menyembah Allah dan sesembahan lain selain Allah. Atau dalam bahasa lain, menduakan Allah.
Hal ini bisa dilihat dari firman Allah subhanahu wata’ala dalam QS Al-Anʽam ayat 82:
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+