30 Mar 2019 Β· 4.277 dibaca · Aswaja
Oleh: Muhtarul Hadi
LADUNI.ID, Jakarta - Saya mempunyai pak lik, namanya lik Rosyid Ridwan. Beliau mempunyai pondok pesantren Nurussalman di kampung Mutihan Lawyan Kota Solo.
Dulu ketika masih muda aku sering ikut jamaah mujahadahan tiap malam Jumat dengan puluhan santrinya. Puluhan santrinya dari berbagai kalangan, mulai pengusaha, pejabat, orang jalanan yang penuh tato hingga anak anak mahasiswa yang bermukim di pondok pesantren yang sangat super sederhana sekali.
Para santri yang bermukim biasanya mahasiswa di sekitar Kota Solo dan tidak dipungut biaya, tapi jamaah yang hanya ikut majelis mujahadahan tidak bermukim di pondok tersebut, karena kebanyakan dari pengusaha dan pejabat dan banyak kalangan dari lapisan masyarakat. Itu cerita sekitar 20 tahun yang lalu.
Setelah sekian lama tidak silaturrahmi ke pondok pesantren milik pak lik, ternyata pondok tersebut masih seperti dulu, bangunan yang super sederhana yang ketika menengok jendela samping pondok tepat ada kuburan kampung yang berdampingan dengan pondok pak lik.
Tap
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+