01 Apr 2019 · 3.388 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Rasulullah SAW bukan hanya pemimpin umat, beliau juga seorang pemberi fatwa (qadhi), dan pemberi keputusan (hakim). Semua menjadi satu dalam diri Nabi Muhammad SAW. Beliau sadar bahwa keberadaan dirinya sebagai utusan Allah SWT untuk semua manusia, tak terkecuali. Kepemimpinan, akhlak, dan sifat kasih sayangnya dibutuhkan agar risalah Islam yang dibawanya dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh seluruh umat.
Nabi Muhammad menyampaikan risalah Tauhid dan memimpin umat Islam di Makkah. Setelah berhijrah ke Yatsrib (Madinah) karena berbagai hal, Nabi bertemu dengan berbagai kelompok, suku, dan agama. Masyarakat Madinah sedari awal bersifat plural atau majemuk, sehingga memerlukan kepemimpinan yang kuat untuk merangkul semua bangsa di Yatsrib. Di Madinah, Nabi Muhammad hendak mewujudkan masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffur. Dibuatlah kesepakatan bernama Piagam Madinah (Mitsaq Al-Madinah), berisi 47 pasal yang mengatur kehidupan bersama warga bangsa di Madinah.
Di sini, Nabi hanya membe
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+