Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Sholeh Darat
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Sholeh Darat

1820 – 1903 M · 91.085 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama lengkap beliau Muhammad Shalih ibn Umar as-Samarani lahir di Desa Kedung Jumbleng, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada sekitar tahun 1820 /1235 H, dengan nama Muhammad Shalih

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru
2.3  Guru di Makkah
2.4  Sahabat Seperguruan

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Diculik Pulang oleh Mbah Hadi Girikusumo
4.2  Mendirikan Pesantren

5.    Teladan
5.1  Sosok Pemikir

6.    Karomah
7.    Karya-Karya
8.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Shalih bin Umar As-Samarani  atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan KH. Sholeh Darat lahir pada sekitar tahun 1820 M/1235 H di Dukuh Kedung Jumbleng, Desa Ngroto, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Nama Darat yang dipakai oleh KH. Sholeh berawal dari kehidupannya yang tinggal di kawasan dekat pantai utara Semarang yakni, tempat berlabuhnya (mendarat) orang-orang dari luar Jawa. Kini, nama Darat tetap lestari dan dijadikan prasasti nama kampung, Nipah Darat dan Darat Tirto dan saat ini Kampung Darat masuk dalam wilayah Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara.

1.2 Riyawat Keluarga
Selama hidupnya, KH. Sholeh Darat pernah menikah tiga kali, pernikahannya yang pertama adalah ketika beliau masih berada di Makkah. Tidak diketahui siapa nama istrinya, dari pernikahannya yang pertama ini, beliau dikarunia seorang anak yang diberi nama Ibrahim.

Tatkala KH. Sholeh Darat pulang ke Jawa, istrinya telah meninggal dunia dan Ibrahim tidak ikut serta ke Jawa. Untuk mengenang anaknya (Ibrahim) yang pertama ini, KH. Sholeh Darat menggunakan nama Abu Ibrahim dalam halaman sampul kitab tafsirnya, Faidh Al-Rahman.

Pernikahannya yang kedua dengan Nyai Sofiyah, putri KH. Murtadho teman karib ayahnya, yakni Kyai Umar, setelah beliau kembali ke Semarang. Dari pernikahannya ini, dikarunia dua orang putra, yakni Kyai Yahya dan Kyai Khalil. Dari kedua putranya, telah melahirkan beberapa anak dan keturunan yang bisa dijumpai hingga kini.

Sedangkan pernikahannya yang ketiga dengan Nyai Aminah, putri Bupati Bulus, Purworejo, keturunan Arab. Dari pernikahannya ini beliau dikaruniai anak, salah satu keturunannya adalah Nyai Siti Zahrah. Kelak Nyai Siti Zahrah dijodohkan dengan KH. Dahlan santri KH. Sholeh Darat dari Tremas, Pacitan. Dari pernikahannya ini melahirkan dua orang anak, masing masing Kyai Rahmad dan Aisyah. KH. Dahlan meninggal di Makkah, kemudian Siti Zahrah dijodohkan dengan KH. Amir, juga santri sendiri asal Pekalongan. Pernikahannya yang ke

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+