Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kebiasaan/ adat dalam masyarakat

“Tumpeng” sebagai Simbol Syukur dan Filosofi Kehidupan dalam Tradisi Nusantara

05 Apr 2019 · 18.606 dibaca · Kebiasaan/ adat dalam masyarakat

Laduni.ID, Jakart - “Tumpeng” adalah salah satu warisan budaya yang kaya makna dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Madura. Hidangan berbentuk kerucut ini tidak sekadar sajian kuliner, tetapi juga memiliki filosofi mendalam yang berkaitan dengan kepercayaan, sejarah, dan nilai-nilai kehidupan. Hingga kini, tradisi tumpeng tetap lestari, bahkan semakin dikenal dan digunakan dalam berbagai perayaan di seluruh pelosok negeri.

Konon, sejarah tumpeng berakar pada tradisi kuno masyarakat Nusantara yang memuliakan gunung sebagai tempat suci, tempat bersemayamnya para hyang atau arwah leluhur. Kepercayaan ini berkembang ketika kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia. Bentuk tumpeng yang menyerupai gunung dikaitkan dengan Gunung Mahameru, tempat para dewa-dewi dalam mitologi Hindu bersemayam.

Seiring waktu, tumpeng juga mengalami akulturasi dengan ajaran Islam yang berkembang di tanah Jawa. Dalam tradisi Islam Jawa, tumpeng memiliki makna spiritual yang dalam. Kata “Tumpeng” diartikan sebagai akronim dari p

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →