08 Apr 2019 Β· 1.682 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Mencermati perkembangan terakhir, kami berpandangan tidaklah bijak mengambil posisi netral di Pilpres 2019. Tanggung jawab moral membuat kami memutuskan untuk:
1. Tidak mungkin kami berada satu barisan bersama mereka yang selama ini selalu membid’ahkan amalan Aswaja dan mencaci para ulama pesantren, serta membawa ideologi yang akan merusak NKRI.
2. Sulit rasanya kami berada di barisan mereka yang didukung oleh keluarga Cendana dan kekuatan Orde Baru, yang mengatasnamakan pembela Islam tapi memilih Capres/Cawapres yang tidak punya tradisi & rekam jejak keilmuan Islam.
3. Sukar terjadi kami sebarisan dengan mereka para penebar hoaks dan ujaran kebencian, serta pelanggar hak asasi manusia, yang Capres/Cawapresnya berasal dari 1% kaum elit di negeri ini, dan programnya hampir tidak menyentuh rakyat kebanyakan.
4. Mustahil rasanya kami mengabaikan petuah para ulama seperti Mbah Maemun Zubair (Sarang), Kiai Anwar Manshur (Lirboyo), Kiai Zainuddin Jazuli (Ploso), Kiai Nawawi A Jalil (Sidog
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+